Everything's Gonna Be Alright

March 20th, 2010

Bukan Sembarang PNS

Posted by ichaelmago in family, ngeblog

Bisa dibilang keluarga gue ini keluarga PNS. Dari mulai bokap, kakak, oom, tante, sepupu, ada yang PNS. Tiba-tiba aja gue kepikiran buat nulis ini. Padahal sebelumnya “blank” sama sekali. Motivasi utama gue buat nulis ini adalah..percakapan ini:

A: Ayah kamu kerjanya apa?
B: Pegawai Negeri
A: Memangnya kamu yakin Ayah kamu sanggup membiayai kuliah kamu?
B: Insya Allah

B itu gue. A itu..oke gue ga mau cape2 mengungkap siapa si A. Yang jelas, seharusnya dia gak boleh bilang begitu ke gue saat itu. Disitu gue merasa, “sebegitu rendahkah mereka menilai kesanggupan pns untuk membiayai keluarganya?

Pernah lagi gue sharing cerita sama salah seorang teman..(B itu gue)

B: Gue pengen deh jadi PNS. Kayanya hidup terjamin aja gitu.
A: Ah PNS? Gajinya kecil kali.
B: Kalau buat cewe, lumayan sih.. *akhirnya gue ngeluarin statement kaya gitu*

Ada lagi beberapa potong kalimat yang gak mengenakkan..

“Kalo ada PNS yang kaya, itu berarti korupsi!”

pembelaan dari gue: pemikiran dangkal. mungkin dia dapet warisan dari orang tuanya? mungkin anak2nya dia udah jadi orang sukses? mungkin dia selalu nabung gajinya tiap bulan?

“Ckck..PNS kok jam kerja malah kelayapan?”

pembelaan dari gue: ga semua pns ya! itu mungkin cuma sebagian kecil dari pns. ga bisa dipukul rata “semua pns begitu”

Bokap gue PNS. Tapi beliau bisa kok biayain 2 anaknya sampai lulus kuliah. Tanggungan dia cuma gue doang sekarang. Bokap gue juga kalo kerja, ya kerja. Gak suka kelayapan. Senin-Jumat kerja berangkat pagi pulang malam. Sabtu-Minggu lebih sering di rumah tapi sesekali ke kantor juga.

Kakak kedua gue PNS. Dia lebih santai kerjanya. Bosnya juga ngasih keringanan (izin cuti/izin agak telat ke kantor) karena kakak gue punya anak kecil. Yang lebih asyik, dia ini baru masuk tapi sudah jadi kepercayaan. Sering dikirim untuk dinas keluar kota. Bahkan baru2 ini, dikirim keluar negeri. Seru kan?

Jadi inti dari post gue kali ini apa?
Secara khusus, jangan menilai pns itu “rendah” atau “seenaknya kalo kerja”. Secara umum, jangan menganggap rendah suatu profesi sebelum kalian tau seluk-beluknya. Walaupun sudah tau, selama pekerjaan itu halal, ga usah repot2 ngasih statement yang ga mengenakkan yang bisa menyinggung orang lain.

Have a nice weekend all :praisegirl:

March 9th, 2010

My Name is Khan and I live on Shutter Island

Posted by ichaelmago in review

Bukan, bukan. Itu bukan tagline.
Ini yang bener: My name is Khan and I’m not a terrorist
Ini tagline Shutter Island: Someone is missing

Malem minggu kemaren, gue nonton Shutter Island bareng temen SMA. Dan itu bikin gue break the record! Gue pulang jam 11:20 PM! Udah waswas aja, takut diomelin :swt:

Oke, mari kita mulai membahas kedua film itu :cool:

Shutter Island, berdurasi 2 jam (lebih beberapa menit). Ceritanya Leonardo DiCaprio adalah seorang US Marshal yang bertugas menyelidiki kasus larinya salah seorang pasien di Shutter Island. Dia selalu dihantui oleh trauma masa lalunya sebagai seorang prajurit yang telah membunuh banyak orang di medan perang. Disana, dia merasakan ada hal-hal yang aneh sehingga dia mencoba menyelidiki apa sebenarnya dibalik semua itu. Rekan kerjanya, yang baru ditemuinya beberapa saat yang lalu, ternyata bekerja sama dengan orang-orang di Shutter Island. Ini membuat dia harus berjuang sendiri melawan kejanggalan di Shutter Island. Film ini penuh dengan misteri dan kita diharuskan memutar otak. Ending cerita yang twist bener-bener bikin kita akan berkata, “keren!”

Yang kedua adalah My Name is Khan. Ini gue nonton sendirian. Pulang dari kangen-kangenan sama temen kampus, gue langsung ngibrit ke citos. Daripada diem di rumah mulu bosen. Sayangnya gue telat, jadi gue kehilangan 15 menit berharga gue dari film ini.

My Name is Khan berdurasi hampir 3 jam. Walaupun 3 jam, tapi tumben gue gak pegel nontonnya. Waktu nonton 2012 sama Avatar, pegel buangeeeet!
Film ini berawal dari Rizvan Khan yang menderita Sindrom Asperger. Dia benci suasana ramai dan warna kuning. Dia tinggal bersama ibu dan adiknya, Zakir. Zakir pindah ke Amerika saat dia berumur 18 tahun. Tidak lama kemudian, Rizvan diminta untuk menyusul Zakir ke Amerika untuk membantu bisnisnya. Orang sepintar Rizvan, hanya dipekerjakan sebagai Salesman. Tapi dari situ dia menemukan cintanya, Mandira, single parent dari Sameer yang berumur 6 tahun. Cara Rizvan yang unik membuat Mandira jatuh cinta dan akhirnya menikah. Kehidupan mereka bahagia sampai peristiwa 9/11 terjadi. Saat itu kaum muslim dituduh sebagai teroris dan mereka beranggapan bahwa muslim mengajarkan kekerasan. Ini membuat kehidupan mereka dan orang-orang muslim di Amerika lainnya, berubah. Sameer ikut menjadi korban atas perubahan tersebut. Mandira menjadi sangat marah dan menyesal karena telah menikahi Khan yang beragama Islam. Rizvan, atas permintaan dari Mandira, bertekad untuk menemui Presiden Amerika untuk mengatakan bahwa dia bukanlah seorang teroris. Perjalanan itu tidak semudah yang dibayangkan.
Film ini sukses membuat gue nangis beberapa kali :cryno: . Inti dari film ini adalah..agama bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan perbedaan. Karena hanya ada dua yang bisa dijadikan perbedaan dan itu bukan berdasarkan agama, melainkan perbuatan. Dua hal tersebut adalah “Good people” and “Bad people”. Begitu juga dengan terorisme. Terorisme tidak seharusnya identik dengan agama, karena teroris sebenarnya adalah sekelompok orang (bisa dari agama mana saja) yang termasuk dalam golongan Bad people.

Next, rencananya gue mau nonton The Hurt Locker. Tinggal cari waktu yang pas aja :ithinkso:

Next Page »