Bikin Paspor itu Mudah dan Murah!
Gue mau share ya pengalaman gue bikin paspor secara online. Walaupun udah banyak yang share, tapi gue tetep mau share. *lah maksa*
Sabtu, 11 Juni
Mengunjungi situs http://www.imigrasi.go.id/ untuk membuat permohonan paspor online. Mengisi data-data dan mengupload dokumen yang diperlukan.
Apa aja dokumen yang diperlukan? KTP, Ijazah/Akte Kelahiran, Kartu Keluarga. Semua discan dengan warna hitam-putih.
Setelah data-data diisi dan dokumen diupload, langkah terakhir adalah memilih tanggal kedatangan dan lokasi kantor imigrasi untuk validasi berkas. Lokasi kantor imigrasi tidak harus sesuai dengan domisili. Datang harus saat hari kerja dari Senin-Jumat dan jangka waktunya hanya seminggu dari tanggal saat melakukan permohonan.
Setelah memilih tanggal dan lokasi, print lah surat pernyataan permohonan paspor.
Rabu, 15 Juni
Mendatangi kantor imigrasi Depok. Di surat pernyataan, alamat kantor imigrasi Depok adalah di Jalan Margonda Raya. Maka gue mendatangi komplek kantor pemerintahan kota Depok di Jalan Margonda. Ternyata kantor imigrasi Depok sudah punya kantor sendiri di daerah Grand Depok City. Alhasil gue jalan lagi ke GDC. Sampe di GDC jam 9 (karena belum tau tempatnya).
Yang harus dibawa adalah:
- Surat pernyataan permohonan paspor (yang bisa didownload dan diprint dari situs imigrasi setelah kita mengisi data di situs imigrasi)
- KTP asli + Fotokopi KTP di kertas A4 (jangan dipotong)
- Kartu Keluarga asli + Fotokopi Kartu Keluarga
- Ijazah atau Akte Kelahiran asli beserta fotokopi
- Kartu Mahasiswa (jika masih kuliah atau kartu pelajar)
Kalau bisa kita bawa map supaya ga repot.
Sampai disana, gue sempet tanya2 petugas dulu gimana prosedurnya. Ternyata pertama adalah beli formulir. Harga formulir+materai+map = Rp. 12.000. Kita harus mengisikan data-data lagi dalam formulir tersebut. Setelah itu berkas2 yang fotokopi dimasukkan ke dalam map dan ditumpuk untuk mendapat nomer antrian penyerahan berkas.
Untuk penyerahan berkas, ada batas waktunya. Hanya dari jam 8-11.
Gue dapet antrian khusus karena daftar online. Ga sampe 5 menit langsung dipanggil untuk nunjukkin berkas asli. Tapi gue kecewa karena ternyata gue disuruh balik lagi nanti hari Senin depan untuk foto, wawancara, dan sidik jari. Padahal harusnya kalau online bisa langsung wawancara hari itu juga (seperti di kanim jaksel).
Senin, 20 Juni
Gue balik lagi ke kanim Depok. Hari ini dateng ditemenin pacar, jadi gak bete hihi.
Ambil nomer antrian, gue berada di antrian 384 karena hari itu gue dateng jam setengah 2 siang (selesai UAS).
Sekitar 10 menit kemudian nomer antrian gue dipanggil untuk menuju loket 3, yaitu loket pembayaran. Biaya yang harus dibayarkan adalah Rp. 255.000. Dengan rincian Rp. 200.000 untuk paspor dan Rp 55.000 untuk biaya TI.
Untuk dipanggil ke ruang 4, gue nunggu sekitar 30 menitan. Di loket 4 ini, pertama adalah foto dan sidik jari. Inget, jangan pake softlens! Waktu itu gue pake softlens dan langsung suruh copot. Karena ga bawa tempat softlens, terpaksa itu softlens gue taro di tutup botol aqua. Untungnya softlensnya masih enak dipake. Gue malah merasa di ruangan ini gue diwawancara, ditanya kuliah dimana, semester berapa, eh itu sih petugasnya genit hehe. Petugasnya malah ngajak ngobrol, jadi rada lama di dalem ruangan.
Setelah gue keluar dari ruang 4, gue liat di ruang 5 baru nomer antrian 350an. Karena masih lama, gue nyempetin buat jajan-jajan dulu. Satu jam kemudian gue balik dan gak lama dipanggil ke ruang 5. Di ruang 5 ini untuk ngecek ulang data-datanya apakah sudah benar atau masih ada yang perlu diperbaiki. Disini juga diwawancara, bikin paspor buat apa? Wawancaranya bukan wawancara yang formal gitu kok hehe.
Setelah itu gue dapet tanda terima dan disuruh balik lagi hari Jumat untuk ambil paspor yang udah jadi.
Jumat, 24 Juni
Taro tanda terima di depan loket pengambilan paspor. Untuk pengambilan paspor ini pun ada batas waktunya. Dari jam 1.00-3.30. Karena gue dateng on time, jadi cepet dipanggil. Setelah ambil paspor, kita diminta untuk fotokopi dan fotokopiannya diserahkan lagi ke loket. Sembari fotokopi, gue beli sampul untuk paspor seharga Rp. 5.000.
Selesai deh!
Gimana? Ribet ya keliatannya? Gak juga kok. Ini keliatan ribet karena gue ngetiknya bertele-tele aja hehe. Mending ribet sedikit daripada harus bayar mahal kan?
Jadi total yang dihabiskan untuk pembuatan paspor itu..
Rp 255.000 + Rp 12.000 = Rp 267.000
Tambahan:
Nama gue kan cuma 2 suku kata (Yunisa Hidayanti), nah daripada nanti pas mau ibadah haji/umroh ribet ngurus paspor lagi (karena katanya kalo ke Timur Tengah, nama di paspor harus 3 suku kata, CMIIW) makanya gue bikinnya sekalian 3 suku kata. Ditambah sama nama depan orang tua.


on August 4th, 2011 at 11:02 AM
o begitu,, mudah juga ya
… salam kenal
on September 12th, 2011 at 10:43 AM
Dear u there,,
mau tanya nih..kalo aq kan punya nama 4 suku kata.. apa ada masalah nantinya?? apa di formulirnya tersedia juga (maklum ortu ngasinya nama panjang)..hehe..
mohon jawabannya. thanks
on September 29th, 2011 at 10:21 AM
wahhh …
boleh tuh …
kebenaran saya belum pernah bikin paspor
nice poost
on October 5th, 2011 at 3:03 PM
dhie said,
on September 12th, 2011 at 10:43 AM
Dear u there,,
mau tanya nih..kalo aq kan punya nama 4 suku kata.. apa ada masalah nantinya?? apa di formulirnya tersedia juga (maklum ortu ngasinya nama panjang)..hehe..
mohon jawabannya. thanks
====================================================================================================
hai, mau ikut jawab..
nama sampai 4 suku kata ga ada masalah sama sekali..tapi yang harus diingat space di paspor itu terbatas dan maksimal hanya bisa memuat 30 karakter (termasuk spasi nama).
Kalau ternyata di halaman biodata masih belum cukup, biasanya akan dibuat nama lengkapnya dihalaman endorsement (di hal 4 paspor)
cmiiw
on October 14th, 2011 at 2:24 PM
tq ya infonya, ohya untuk tambah 1 suku kata pada nama, itu gk pake surat pernyataan atau lainnya ya? cuma isi di form aja? atau gimana?mohon jwbnya ya mksh
on October 26th, 2011 at 2:42 PM
trima kasih atas infonya
on December 17th, 2011 at 3:02 AM
Yang pertama adalah saat dulu kuliah di Jatinangor, saya sempat bergurau untuk lulus dalam waktu 7 tahun.
on January 2nd, 2012 at 2:42 PM
mau tanya nih mba,aku rencananya mau bikin paspor bukan di daerah asal,jadi kelengkapan berkas seperti akta dll itu ditinggal di daerah asal -_-”
boleh gak klo akta2 (slain KTP) itu fotokopian?
makasih yaa mohon pencerahannya supaya gak bolak-balik lg klo aja tau2 ny gak boleh hehe
on January 10th, 2012 at 9:54 AM
@hwang : maaf kalau untuk itu saya kurang tau.
tapi kemarin pas bikin paspor, petugasnya minta dokumen aslinya juga.
on January 10th, 2012 at 9:58 AM
@jihan : kalau kemarin saya ga diminta surat apa-apa. karena saya nambahin pake nama orang tua yang ada di akta kelahiran.
on January 16th, 2012 at 10:32 PM
nanya bagaimana up;oad datanya ke websait dan kalau nambah nama bagaimana kesesuaian dengan KTP
on January 19th, 2012 at 3:06 PM
@ahmad fauzi: untuk upload sama saja seperti upload foto ke facebook gitu.
karena saya juga begitu..
untuk masalah tambah nama, asalkan nama sesuai dengan nama ayah yang ada di akta kelahiran, saya rasa tidak masalah