Belitung, Negeri Laskar Pelangi
Post ini semacam sekuel untuk post yang sebelumnya dan menjadi jembatan untuk post berikutnya. Gue akan berbagi pengalaman saat mengunjungi beberapa tempat yang layak dikunjungi di tanah air.
Kali ini adalah Belitung. Sebelumnya gue hanya bisa terkagum melihat keindahan Belitung dari film Laskar Pelangi. Gue selalu punya keinginan mempunyai masa kecil di wilayah bukan kota, melihat mereka berlarian bebas tanpa polusi udara, menangkap ikan di laut yang biru, aaah indahnya dunia deh!
Long weekend kemarin (22-24 April) gue pergunakan untuk ikut Public Tour ke Belitung. Gue belum pernah ikutan public tour dan gue nekat demi memuaskan nafsu akan travelling ini. Dengan harga yang reasonable dan sudah all-in, gue pun deal. Tour ini sifatnya semi-backpack. Maka pas packing, gue siapin 1 koper kecil dan 1 tas selempang. Tapi ternyata pas kumpul, gak ada satupun dari peserta yang bawa koper kecuali gue. Duh! Berasa salah kostum gak sih? *salah bawaan*
Kita dijadwalkan berangkat jam 11 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara H. As. Hanandjoeddin (Tanjung Pandan). Perjalanan kesana membutukan waktu 45 menit. Kita sampai disana sekitar jam 1 (karena delay 1 jam). Sesampainya disana langsung dijemput oleh 2 supir dan kita dibagi menjadi 2 mobil.
Tujuan pertama adalah Kawah Tambang Kaolin. Lokasi ini sebenarnya adalah bekas tambang timah, tapi jadi bagus gini ya..
Sebelum ke tujuan selanjutnya, kami makan di salah satu rumah makan yang menjual kuliner khas Belitung. Oleh pemandu, kami direkomendasikan memesan Mie Kepiting dan Es Jeruk Kunci. A-Must-Taste! Emang beneran enak loh!
Tujuan kedua adalah Pantai Tanjung Tinggi. Ini adalah lokasi syuting film Laskar Pelangi. Inget gak pas Ikal CS lagi lari-larian di pantai berbatu granit? Nah ini dia lokasinya. Emang bagus banget deh! Batunya itu loh…gedenya gak logis!
Setelah puas foto-foto, kami ke Bukit Berahu. Lagi-lagi kami disuguhi oleh pantai yang indah. Dan disini pantainya lebih sepi, jadi berasa kayak private beach gitu lah! Top! Rencananya kita mau liat sunset, tapi ternyata tertutup awan. Tapi gak kecewa kok, karena ngeliat pantainya aja udah seneng! Lalu kita makan malam di daerah situ juga. Kali ini makanannya bermacam-macam. Ada yang pesan Otak-Otak, Bakso Ikan, Ekor Bakar Ikan Tenggiri, dan semuanya enak! Kami sampai di penginapan sekitar jam 8 malam.
Hari kedua dijadwalkan full wisata pantai. Kami menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk kemudian menyebrang ke Pulau Lengkuas. Di Pulau Lengkuas ini terdapat mercusuar yang terkenal. Mercusuar ini terdiri dari 18 lantai. Beruntung rombongan kami datang pagi-pagi kesana, karena belum ada satupun yang naik dan kami puas melihat pemandangan dari atas mercusuar.
Tujuan selanjutnya adalah Pulau Burung. Disini kami beristirahat, makan siang, dan tak lupa untuk foto-foto! Setelah puas barulah kami beranjak ke Pulau Babi. Disini kami snorkeling. Entah guenya yang kurang mengeksplor atau gimana, tapi gue bilang spot untuk snorkelingnya lebih bagus Lombok daripada Belitung.
Setelah puas snorkeling, perahu kami beranjak ke Pulau Kelayang tapi di perjalanan kami bertemu Pulau Pasir. Pulau Pasir ini menurut gue unik dan rada gak jelas, karena cuma pasir. Dan pulaunya kecil. Katanya kalau laut pasang, pulau ini tenggelam. Di Pulau Pasir ini kami menemukan beberapa bintang laut. Setelah puas berenang-renang dan foto-foto, kami singgah di Pulau Kelayang untuk selanjutnya pulau ke Pantai Tanjung Kelayang. Pulau Kelayang ini tidak berpenghuni dan dari sini bisa dilihat barisan batu granit yang tersusun indah.
Berakhirlah wisata dihari kedua. Wajah dan kulit kami merah semua karena terbakar matahari Belitung yang sangat menyengat. Kata pemandu, cuaca di Belitung hari ini sangat bagus, cerah, dan kami beruntung! Kami kembali ke penginapan untuk bersih-bersih badan lalu dijemput lagi sekitar jam 8 untuk makan malam (masih di daerah) Bukit Berahu.
Hari ketiga kami ke Gunung Tajam untuk melihat air terjun. Tapi air terjunnya masih kalah loh sama Curug-curug yang ada di Bogor. Belitung ini memang spesialisasi wisata Pantai aja kayaknya!
Sebelum menuju bandara untuk pulang ke Jakarta, kami singgah di rumah makan Mie Atep khas Belitung. Enak, tapi…porsinya sedikit banget! Gak kenyaaaaang!
Mau nambah tapi malu
Setelah selesai makan, gue pun menghubungi orang rumah supaya dijemput di Bandara Soekarno-Hatta. Tapi naas, pesawat yang kami tumpangi lagi-lagi delay. Mama dan keponakan gue udah sampe di Bandara, sedangkan pesawat yang akan kami tumpangi masih ada di Jakarta. Jadi..ternyata penerbangan dari/ke Tanjung Pandan ini hanya ada 3. Rute Tj.Pandan-Jakarta ada 2 maskapai, 1 maskapai lagi adalah rute Tj.Pandan-Pangkal Pinang. Dan tidak ada pesawat yang menginap disini, jadi delay itu memang sudah biasa.
Hmm..sebenernya masih banyak yang pengen diceritain. Tapi gak bakal selesai 1 post. Jadi cukup deh segini dulu.
Kesannya untuk public tour yang pertama ini…
Guidenya asik. Dia punya banyak pengalaman melanglang buana kemana-mana. Dia sempet cerita pengalamannya saat ke Pulau Komodo, Teluk Kiluan, dll. Aaah pengeeeeen!
Kedua supir yang mengantar kita kemana-mana pun ramah. Beberapa kali ngajak gue ngobrol tentang Belitung, dan ada yang ngegoda gue karena katanya gue jarang senyum.
Nelayan yang mengantar kita wisata pantai pun ramah. Ngajak gue ngobrol dan bahkan ngegoda gue juga. Tapi karena dia sesekali pake bahasa Belitung, gue jadi gak ngerti.
Para peserta tour pun gak kalah seru, narsis, dan asyik. Seneng rasanya bisa kumpul sama orang-orang yang hobinya sama, yaitu jalan-jalan. Bahkan mereka udah punya plan buat liburan selanjutnya loh!
Pengeeeeeen!
NB: Foto-foto lain bisa diliat di facebook gue
Ada yang tertarik buat mengunjungi? Setau gue disana penginapan masih sedikit. Jadi alangkah baiknya untuk searching dulu di internet mengenai penginapan. Ada situs bagus banget nih buat yang mau searching penginapan, namanya agoda. Pasti para traveller udah familiar dong dengan situs ini? Yuk kita kunjungi agoda untuk travel yang lebih terjadwal!








