liburan

Taman Laut Bunaken

Kira-kira telat banget ga sih kalau gue baru bikin tulisan tentang trip gue ke Bunaken padahal tripnya udah berbulan-bulan yang lalu? Ah, gak ada kata terlambat untuk berbagi :)

Kali ini berbeda dengan post tentang Belitung, karena foto-foto akan ditampilkan di bagian bawah setelah tulisan. Supaya tulisannya gak keliatan berantakan. Sayangnya pada saat ke Manado, kamera digital sedang rusak sehingga hanya mengandalkan kamera handphone. Oke langsung aja kita mulai ya!

Jadi bulan Oktober 2011, gue dan kedua orang tua pergi ke Manado, Sulawesi Utara. Kami menggunakan travel, jadi sama sekali gak ribet karena semua sudah diatur. Kami berangkat hari Selasa siang dan sampai di Manado sore hari sekitar pukul empat. Sesampainya disana, kami dibawa ke sebuah lokasi dimana di tempat tersebut terdapat patung Yesus Memberkati yang sangat besar. Setelah puas berfoto di tempat tersebut, kami diajak ke sebuah tempat bernama (kalo ga salah) Sario. Kalau dilihat, lokasinya mirip seperti Ancol. Ada banyak restoran, ada mall, dan disitu biasanya ada acara-acara konser musik. Suasananya  memang enak sekali, apalagi di sore menjelang malam. Disana kami makan di restoran dengan hidangan seafood diiringi dengan live music. Selesai makan malam, kami menuju hotel untuk beristirahat.

Hotel yang kami inapi adalah Hotel Santika. Mungkin banyak yang kenal dengan hotel ini. Lokasinya memang jauh dari Manado kota, tapi dekat dengan dermaga untuk menuju Bunaken. Bahkan hotel ini punya dermaga dan perahu sendiri untuk menuju Bunaken. Jika keberangkatan menuju Bunaken biasanya dari Sario dan membutuhkan waktu 30-45 menit, maka jika Anda menjadi penghuni hotel Santika, hanya perlu 10-15 menit saja untuk menuju Bunaken. Dari dermaga bisa dilihat pulau Bunaken dan pulau Manado Tua. Dermaga hotel Santika ini pun dipenuhi dengan hutan bakau dan dua tempat beristirahat berupa gazebo. Bagus banget untuk berfoto!

Hari kedua di Manado, kami diajak ke Bunaken. Pagi hari setelah sarapan, gue sempet keliling Hotel Santika yang luas banget wilayahnya. Orang tua gue bahkan berkeliling dengan menggunakan sepeda. Sekitar jam 9 kami berangkat dari Dermaga Santika menuju Pulau Bunaken. Sebelum sampai di Pulau Bunaken, perahu yang kami tumpangi berhenti lalu membuka kaca di dasar perahunya. Dari kaca bisa dilihat dasar laut sekitar Bunaken yang sungguh indah! Words can’t describe! Sumpah, gak lebay! Bisa ditemui terumbu karang dan ikan-ikan kecil warna-warni yang sedang bermain-main. Ah, membuat gue gak sabar untuk snorkeling! Setelah puas menikmati lukisan Tuhan di bawah laut, kami merapat di Bunaken. Entah karena kita merapat di sisi pulau yang salah, tapi menurut gue pantai Bunaken kurang bagus. Karena tidak ada pesisirnya, melainkan bebatuan dan karang hitam. Di sisi pulau banyak terdapat penjual pernak-pernik pantai dan rumah makan beserta tempat penyewaan alat snorkeling (termasuk kamera underwater).

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Snorkeling! Dan kali ini sama seperti di Lombok, yaitu snorkeling tanpa pakai perahu. Dengan dipandu guide, gue snorkeling. Awalnya sih gue masih biasa aja dan menganggap bahwa snorkeling di Lombok lebih keren. Tapi setelah makin ketengah, makin indah lah lukisan hidup bawah laut di Bunaken ini. Saat saya sedang menikmati, tiba-tiba salah satu guide menarik tangan gue dan ngajak untuk lebih ke tengah. Ada perasaan sedikit takut, mengingat gue ga bisa renang tapi karena penasaran maka gue pun ikut. Guide gue berhenti dan menunjuk ke suatu arah sambil mengacungkan dua jempolnya, gue pun ngeliat ke arah yang ditunjuk dan gue takjub! Di bawah laut seperti ada tebing yang curam. Dinding tebing tersebut dipenuhi dengan terumbu karang yang indah dengan hiasan ikan-ikan kecil yang bermain di sela-sela karang. Ah, sungguh indah! Gak lebay!

Setelah puas snorkeling, gue makan siang lalu kembali ke hotel untuk beristirahat dan dilanjut lagi sore harinya untuk membeli oleh-oleh dan cinderamata. Malamnya kami makan di lokasi yang sama dengan kemarin, tetapi restoran yang berbeda. Masih ditemani dengan live music.

Hari terakhir di Bunaken, kami diajak ke pasar tradisional Bunaken. Perjalanan dari hotel menuju pasar tradisional ini lumayan jauh dan berliku. Sebenarnya agak malas juga ke pasar. Karena buat apa ke pasar? Toh di Jakarta juga ada. Tapi ternyata pasar tradisional Manado ini berbeda. Suasananya tetap sama, becek dan sedikit bau. Tetapi ada beberapa dagangan yang tidak lazim kita lihat di pasar Jakarta. Contohnya adalah anjing bakar, kelelawar, babi, dan ular. Mungkin sebagian orang akan jijik dengan apa yang tersaji di pasar ini. Gue pun ngeliat pedagangnya membawa gerobak berisi anjing-anjing berukuran sedang yang sudah terkulai lemas. Dan sedihnya, gue sempet ngeliat anjing yang lagi dibunuh disitu. Anehnya, anjing-anjing berukuran kecil dibakar hingga hitam legam dan ditusuk (tanpa dipotong) seperti sate. Begitu juga dengan kelelawar. Entah bagaimana cara mereka mengonsumsi hewan-hewan ini. Selesai dari pasar, kami pun menuju bandara untuk persiapan pulang ke Jakarta.

Gak banyak yang bisa gue ceritain di postingan kali ini. Karena arsip foto yang terbatas dan juga gue pergi bersama orang tua menggunakan travel agent. Jadi rasanya tidak seseru saat bepergian bersama teman ala semi backpack. Untuk foto-foto, bisa dilihat dibawah ini. Semoga dengan melihat foto-fotonya, kalian tertarik untuk menjelajah Sulawesi Utara, terutama Bunaken!

Dermaga Hotel Santika

P.Manado Tua & P.Bunaken dari Dermaga Santika

Terumbu Karang

a

Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Post ini semacam sekuel untuk post yang sebelumnya dan menjadi jembatan untuk post berikutnya. Gue akan berbagi pengalaman saat mengunjungi beberapa tempat yang layak dikunjungi di tanah air.

Kali ini adalah Belitung. Sebelumnya gue hanya bisa terkagum melihat keindahan Belitung dari film Laskar Pelangi. Gue selalu punya keinginan mempunyai masa kecil di wilayah bukan kota, melihat mereka berlarian bebas tanpa polusi udara, menangkap ikan di laut yang biru, aaah indahnya dunia deh!

Long weekend kemarin (22-24 April) gue pergunakan untuk ikut Public Tour ke Belitung. Gue belum pernah ikutan public tour dan gue nekat demi memuaskan nafsu akan travelling ini. Dengan harga yang reasonable dan sudah all-in, gue pun deal. Tour ini sifatnya semi-backpack. Maka pas packing, gue siapin 1 koper kecil dan 1 tas selempang. Tapi ternyata pas kumpul, gak ada satupun dari peserta yang bawa koper kecuali gue. Duh! Berasa salah kostum gak sih? *salah bawaan*

Kita dijadwalkan berangkat jam 11 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara H. As. Hanandjoeddin (Tanjung Pandan). Perjalanan kesana membutukan waktu 45 menit. Kita sampai disana sekitar jam 1 (karena delay 1 jam). Sesampainya disana langsung dijemput oleh 2 supir dan kita dibagi menjadi 2 mobil.

Tujuan pertama adalah Kawah Tambang Kaolin. Lokasi ini sebenarnya adalah bekas tambang timah, tapi jadi bagus gini ya..

Kawah Tambang Kaolin

Kawah Tambang Kaolin

Sebelum ke tujuan selanjutnya, kami makan di salah satu rumah makan yang menjual kuliner khas Belitung. Oleh pemandu, kami direkomendasikan memesan Mie Kepiting dan Es Jeruk Kunci. A-Must-Taste! Emang beneran enak loh!

Tujuan kedua adalah Pantai Tanjung Tinggi. Ini adalah lokasi syuting film Laskar Pelangi. Inget gak pas Ikal CS lagi lari-larian di pantai berbatu granit? Nah ini dia lokasinya. Emang bagus banget deh! Batunya itu loh…gedenya gak logis!

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Setelah puas foto-foto, kami ke Bukit Berahu. Lagi-lagi kami disuguhi oleh pantai yang indah. Dan disini pantainya lebih sepi, jadi berasa kayak private beach gitu lah! Top! Rencananya kita mau liat sunset, tapi ternyata tertutup awan. Tapi gak kecewa kok, karena ngeliat pantainya aja udah seneng! Lalu kita makan malam di daerah situ juga. Kali ini makanannya bermacam-macam. Ada yang pesan Otak-Otak, Bakso Ikan, Ekor Bakar Ikan Tenggiri, dan semuanya enak! Kami sampai di penginapan sekitar jam 8 malam.

Hari kedua dijadwalkan full wisata pantai. Kami menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk kemudian menyebrang ke Pulau Lengkuas. Di Pulau Lengkuas ini terdapat mercusuar yang terkenal. Mercusuar ini terdiri dari 18 lantai. Beruntung rombongan kami datang pagi-pagi kesana, karena belum ada satupun yang naik dan kami puas melihat pemandangan dari atas mercusuar.

Mercusuar

Mercusuar

Pemandangan dari atas mercusuar

Pemandangan dari atas mercusuar

Tujuan selanjutnya adalah Pulau Burung. Disini kami beristirahat, makan siang, dan tak lupa untuk foto-foto! Setelah puas barulah kami beranjak ke Pulau Babi. Disini kami snorkeling. Entah guenya yang kurang mengeksplor atau gimana, tapi gue bilang spot untuk snorkelingnya lebih bagus Lombok daripada Belitung.

Setelah puas snorkeling, perahu kami beranjak ke Pulau Kelayang tapi di perjalanan kami bertemu Pulau Pasir. Pulau Pasir ini menurut gue unik dan rada gak jelas, karena cuma pasir. Dan pulaunya kecil. Katanya kalau laut pasang, pulau ini tenggelam. Di Pulau Pasir ini kami menemukan beberapa bintang laut. Setelah puas berenang-renang dan foto-foto, kami singgah di Pulau Kelayang untuk selanjutnya pulau ke Pantai Tanjung Kelayang. Pulau Kelayang ini tidak berpenghuni dan dari sini bisa dilihat barisan batu granit yang tersusun indah.

Pulau Kelayang

Pulau Kelayang

Berakhirlah wisata dihari kedua. Wajah dan kulit kami merah semua karena terbakar matahari Belitung yang sangat menyengat. Kata pemandu, cuaca di Belitung hari ini sangat bagus, cerah, dan kami beruntung! Kami kembali ke penginapan untuk bersih-bersih badan lalu dijemput lagi sekitar jam 8 untuk makan malam (masih di daerah) Bukit Berahu.

Hari ketiga kami ke Gunung Tajam untuk melihat air terjun. Tapi air terjunnya masih kalah loh sama Curug-curug yang ada di Bogor. Belitung ini memang spesialisasi wisata Pantai aja kayaknya!

Sebelum menuju bandara untuk pulang ke Jakarta, kami singgah di rumah makan Mie Atep khas Belitung. Enak, tapi…porsinya sedikit banget! Gak kenyaaaaang!
Mau nambah tapi malu :mightylaugh:

Setelah selesai makan, gue pun menghubungi orang rumah supaya dijemput di Bandara Soekarno-Hatta. Tapi naas, pesawat yang kami tumpangi lagi-lagi delay. Mama dan keponakan gue udah sampe di Bandara, sedangkan pesawat yang akan kami tumpangi masih ada di Jakarta. Jadi..ternyata penerbangan dari/ke Tanjung Pandan ini hanya ada 3. Rute Tj.Pandan-Jakarta ada 2 maskapai, 1 maskapai lagi adalah rute Tj.Pandan-Pangkal Pinang. Dan tidak ada pesawat yang menginap disini, jadi delay itu memang sudah biasa.

Hmm..sebenernya masih banyak yang pengen diceritain. Tapi gak bakal selesai 1 post. Jadi cukup deh segini dulu.

Kesannya untuk public tour yang pertama ini…
Guidenya asik. Dia punya banyak pengalaman melanglang buana kemana-mana. Dia sempet cerita pengalamannya saat ke Pulau Komodo, Teluk Kiluan, dll. Aaah pengeeeeen!
Kedua supir yang mengantar kita kemana-mana pun ramah. Beberapa kali ngajak gue ngobrol tentang Belitung, dan ada yang ngegoda gue karena katanya gue jarang senyum.
Nelayan yang mengantar kita wisata pantai pun ramah. Ngajak gue ngobrol dan bahkan ngegoda gue juga. Tapi karena dia sesekali pake bahasa Belitung, gue jadi gak ngerti.
Para peserta tour pun gak kalah seru, narsis, dan asyik. Seneng rasanya bisa kumpul sama orang-orang yang hobinya sama, yaitu jalan-jalan. Bahkan mereka udah punya plan buat liburan selanjutnya loh!
Pengeeeeeen! :shyno:

Belitung Team - Backpack Seru

Belitung Team - Backpack Seru

NB: Foto-foto lain bisa diliat di facebook gue :shy:

Ada yang tertarik buat mengunjungi? Setau gue disana penginapan masih sedikit. Jadi alangkah baiknya untuk searching dulu di internet mengenai penginapan. Ada situs bagus banget nih buat yang mau searching penginapan, namanya agoda. Pasti para traveller udah familiar dong dengan situs ini? Yuk kita kunjungi agoda untuk travel yang lebih terjadwal! :D

Me

Click to view my Personality Profile page

Chat

Categories

Stats



wordpress statistics




Free PageRank Checker

  • Long wiken paling mbosenin ini sih...|8 hours ago
  • Tinggal bilang aja sih kalo ga mau ngajak. Ga usah pake alesan TV kabel suka telat.|8 hours ago
  • Dan besok gue akan liat tweet ini lagi.. RT @noviarena: udah dua hari gagal mau lari pagi. besok harus jadi pokoknya.|11 hours ago