Everything's Gonna Be Alright

February 15th, 2011

Last Words

Posted by ichaelmago in lovelife

This post is dedicated to my ex boyfriend closest friend, Mohammad Luthfi Pratama.

I should have written this post last month. But the passion for blogging just came several minutes ago. I didn’t mean to remember and stuck in my past. I just want to write a special post for someone who used to be special, but not anymore.

It’s all started on August 30th, 2008. He came into my life offered me a helping hand, to face the world together. I am his first girlfriend, but also his worst girlfriend.

The first two years on our relationship went terrific. I felt like the luckiest and happiest girl in the world. But then slowly both of us sunk into our own life, especially him. I don’t want to blame him for not having enough time for me. I blame myself for being selfish and can’t accept the way he lived his life. Then we realize we’re not looking towards the same direction anymore. Even the slightest problem became such a big obstacle.

So, he decided to go separate ways. I agreed. We broke up.

He apologized for a million times for his mistakes. So did I. Now, memories are all left behind. But I should move on, so I will slowly erase our memories and I will try as hard as I could to erase him from my mind. I hope he would do the same.

A wise man said, “The happiest memories are of moments that ended when they should have.” And yes, we already made the happiest memories for our life.

I still remember his last words to me last time we met.
It’s hard to accept things are already change between us. We’re not like we used to be anymore. You live with your own idealism. I live my own. But I’m glad we could still be friends. Closest friend, since you are the person I trusted most. I’m sure you will find someone who is better than me and could make you happier.

Dear my closest friend, thank you for 2 years 5 months full of beautiful memories. I will always support you, no matter what. Do not hesitate to contact me if you need anything. Take care always.

P.S. Gue sengaja nulis ini pake bahasa inggris. Biar ga terlalu mellow. Dan karena kemampuan bahasa inggris gue pas-pasan, maaf-maaf aja ya kalo ada kesalahan grammar. :shyno:

January 9th, 2011

Curhat Sana-Sini

Posted by ichaelmago in lovelife, ngeblog

Curhat itu udah menjadi kebutuhan pokok buat…gue. Soalnya kalo ga curhat, rasanya jari-jemari dan mulut ini gatel! Walaupun gue termasuk orang yang introvert, tapi untuk orang-orang yang gue percaya..maka gue akan menjelma menjadi (agak) extrovert. Still, there are some private stories that I will never tell them.

Gue merasa lebih nyaman untuk curhat sama temen dibanding orang tua, apalagi cuma masalah cinta. Untuk saat ini, gue punya banyak temen yang bisa dipercaya untuk curhat. Tapi yang selalu punya waktu cuma 3, sebut saja mereka A, B, dan C.

A ini sahabat gue banget dari SMA. Dari jamannya gue masih ababil dan dia masih jaim, sampe sekarang gue udah dewasa dan dia semakin tidak terkontrol perilakunya :itcantbehelp: Setelah lulus SMA, kita komunikasi lebih sering lewat sms. Tapi sejak kita sama-sama punya bb, ya kita bbman. Oh iya, kita sempet bangga banget loh karena bisa punya bb pake usaha sendiri.Kalo gue dapet dari kuis, kalo dia dapet dari hadiah abnon. Jadi, jangan panggil kita ababil karena kita berdua punya bb.
Kalau curhat sama si A ini, suasananya jadi menggebu-gebu. Kita bisa asyik satu jam sambil pegang hp sampe tangan pegel. Curhatan kita pun biasanya sama, tentang cinta. Soalnya kehidupan cinta kita agak mirip, sama-sama sok dewasa padahal masih pengen bermanja-manja :itcantbehelp:

B, dia ini temen kuliah. Gue mulai mempercayakan buat curhat sama dia sejak dia juga mempercayakan gue untuk jadi tempat curhat dia. Apalagi sejak dia dateng kerumah gue malem-malem dengan nada bicara yang…hmm…mellow…sampe akhirnya dia nginep di rumah gue. Kalau di kampus, kita agak kesulitan buat punya waktu berdua. Soalnya dia asyik sama pacarnya dan kadang kalau kita cuma ngomong berdua…nanti dianggap ga terbuka sama temen yang lain. Alhasil akhir-akhir ini gue ajak dia dateng lebih pagi ke kampus biar bisa punya waktu berdua *romantis bangeeeet*
Gue curhat sama dia sih tentunya tentang cinta. Tentang kegalauan hati gue. Dan diakhir setiap kalimat yang gue ucapkan…dia selalu awali komentar dia dengan kata, “duh…icha…! sekarang coba gue tanya…blablabla..” sambil senyam-senyum.

Beranjak ke C. C ini temen…..(temen darimana ya? *purapuralupa*). Berawal dari first impression, “ini orang genit banget” sampai beberapa waktu yang lalu gue menyadari, “dia kok kayak pencerminan diri gue ya?
Kalo curhat sama dia (curhat tentang apapun, ga cuma cinta), gue selalu merasa komentar dari dia adalah komentar yang gue cari. Pas banget sama apa yang ada di pikiran gue. Gue semakin merasa dia ini pencerminan diri gue saat gue tau kalo kita berdua sama-sama pernah mengalami “masa-masa galau” dan dia juga bilang kalau dia ini tipe INFJ! Sejak saat itu deh kita jadi sering ngobrol, sering curhat, sering jalan juga *ups!*
Sampe sekarang gue masih penasaran sama kehidupan percintaannya dia. Dia juga bilang dia belajar tentang percintaan dari gue dan sepertinya dia telah salah memilih guru. Gue kan masih amatiran..masa berguru sama gue? X)

Akhir kata, gue seneng bisa nemuin temen curhat yang pas kaya mereka bertiga. Makasih ya udah mau dengerin keluh-kesah gue :haru:

Next Page »