Untuk Para Lelaki!!!
Tenang aja, ini bukan post berisi caci maki, kutukan atau sebagainya. Ini post dadakan yang isinya nasehat *sok tua banget ya*. Dan kali ini gue akan mengganti gaya bahasa. Biasanya pake “gue” sekarang pake “saya”. Biar lebih gimanaaaa gitu..
Oh iya..biasanya pesan moral ada diakhir cerita atau tersirat, tapi kali ini ditulis diawal cerita. Begini bunyinya, “Bersyukurlah atas apa yang telah anda miliki (pasangan, anak). Berusahalah menjadi yang terbaik bagi dia dan perlakukan dia dengan baik pula.”
Hari ini saya pergi bersama kakak dan oom saya. Di tempat tujuan, sembari menunggu sesuatu, oom saya terlibat pembicaraan dengan perempuan yang duduk di sebelahnya. Saya dan kakak saya duduk di depan mereka. Perempuan yang sedang berbicara dengan oom saya itu adalah perempuan muda berusia 28 tahun yang sudah memiliki 4 orang anak, dimana anak sulungnya baru berusia 7 tahun. Dia bercerita dengan ‘lepas’ bagaimana keadaan keluarganya saat ini.
Sejak bulan Juni lalu, dia keluar-masuk KUA untuk mengurus perceraiannya. Dia pun sudah menempuh 12 kali sidang perceraian, namun belum ada penyelesaiannya juga. Ya, diumur pernikahannya yang ke-9, dia digugat cerai oleh suaminya. Itu berarti dia harus menjadi single parent dari 4 buah hatinya.
Saat ditanya penyebab perceraiannya, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah orang ketiga. Jujur, saya muak dengan kata-kata itu. Karena dia adalah biang masalah. Orang ketiga yang perempuan tadi maksud adalah janda kaya beranak 2. Karena harta, lantas sang suami menceraikan dirinya. Sakit hati? PASTI! Maka dari itu dia mengiyakan saat suaminya menggugat cerai. Tapi belakangan ini suaminya seakan menghindar dari panggilan pengadilan agama. Sudah 2 kali dia tidak memenuhi panggilan dengan alasan macam-macam. Menurut pengakuan si perempuan ini, sang suami seakan ingin menarik gugatan cerainya karena si orang ketiga tadi tidak terlalu baik kelakuannya. Sang suami ingin rujuk. Tentu saja hal ini tidak bisa diterima begitu saja oleh si perempuan tadi.
Bagaimana dengan anak-anaknya? Dia meminta suaminya menafkahi anak-anaknya sebesar 2 juta rupiah perbulan. Tapi yang dia dapat saat ini hanya 600 ribu rupiah. Padahal, butuh biaya lebih dari 3 juta rupiah setiap bulan untuk menghidupi anak-anaknya yang berumur 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun. Dia terpaksa membelikan susu dengan kualitas lebih rendah untuk menekan biaya pengeluaran, sementara dia dengan jelas melihat bahwa anak tiri suaminya (anak si orang ketiga ini) dibelikan susu dengan kualitas terbaik. Ironi. Dia pun juga bisa melihat foto-foto mesra suaminya dengan istri barunya di komputer. Dan celakanya, foto tersebut dilihat pula oleh anak sulungnya. Semakin bingung lah dia saat harus menjawab pertanyaan anaknya tentang keberadaan ayahnya.
Satu hal lagi yang membuat hatinya sakit adalah saat anaknya terkena DBD. Dia sudah memberitahukan suaminya. Tapi…suaminya seakan tidak peduli. Dia bahkan tidak menjenguknya. Walaupun begitu, dia tetap berupaya agar anak-anaknya tetap menghargai ayahnya. FYI, dia sudah mengenal suaminya ini sejak SMP. Bisa dibilang mereka mulai pacaran sejak SMP pula. Ternyata sudah lama kenal pun, masih juga bisa berkhianat dan menyakiti seperti itu. Padahal dia sudah menaruh rasa percaya yang besar pada suaminya.
Mungkin dia hanya satu contoh dari kasus-kasus lain yang serupa. Ada yang ingin berbagi cerita?
Makan Banyak Kok Gak Gemuk-Gemuk?
Seperti yang kalian tau (mungkin ada yang pernah liat foto-foto di facebook gue
), gue itu badannya imut (baca:kurus). Sepertinya keturunan dari nyokap, soalnya dia tetep langsing gitu walaupun udah punya anak 3
, tapi kalo gue langsingnya kebangetan
.
Gue ini amat susah buat naikin berat badan. Padahal ga pernah kontrol makanan, apapun gue makan. Sebenernya gue sendiri gerah kalo liat ada cewek yang pilih-pilih kalo makan, karena takut gemuk. Gue juga gerah pas liat talk show Oprah Winfrey, lagi ngebahas tentang cake gitu. Si Oprah dan ibu2 lainnya merasa amat sangat bersalah karena makan cake, karena takut beratnya bertambah
. Yang ada di pikiran gue : emangnya nyicipin sepotong kue bisa bikin badan langsung gembrot?
Kenapa gue gerah? Ya karena gue amat sangat kebalikan dari mereka. Mereka (mungkin) merasa berat badannya gampang naik, sedangkan gue makan sebanyak apapun, ya tetep segini-gini aja.
Bokap gue juga begitu, kalo makan tuh dikiiiiiiit banget. Lebih banyak gue deh makannya! Soalnya kalo porsinya lebih, pasti beratnya langsung naek
.
Berikut ini analisa gue kenapa gue ga gemuk-gemuk :
- Keturunan (well, yang ini udah gue jelasin kan tadi)
- Anorexia (sebenernya ini bukan analisa gue, melainkan tudingan si pacar terhadap gue
. Jahat yaa..tapi cuma bercanda sih..) - Cacingan (Ini juga tudingan si pacar. Tapi jujur, ini sangat menyakitkan
) - Mudah berkeringat (Kalau abis jalan, kalau ruangan agak panas, kalau matahari terik, kalau baru mulai olahraga, kalau lagi grogi, gue pasti keringetan. Dan jumlahnya lebih banyak dari temen-temen yang lain
) - Sering lupa makan (Ini gue rasakan semenjak kelas 2 SMP. Gue juga mulai “sadar” kalo gue itu kurus pas kelas 2. Waktu itu gue mulai keranjingan komputer, game the sims dan blogging. Begadang cuma buat desain blog atau ngurusin the sims)
Tapi gue cukup senang sama keadaan badan gue yang begini. Soalnya di luar negeri sana (mungkin disini juga ada), remaja yang terobsesi pengen kurus kayak model2 gitu
, mereka sampe muntahin lagi apa yang udah mereka makan. Kalo gue? Tinggal poop juga udah kurus lagi
). Dan gue juga beruntung karena badan gue ga sekurus model-model itu. Serem juga ngeliatnya..
Eh tapi ada good news..gue sekarang merasa agak gemukan. Si pacar juga bilang begitu
. Wah..senangnyaaaa!
Hmmm…sebenernya postingan ini dibuat untuk menghibur diri gue sendiri 

