Everything's Gonna Be Alright

July 28th, 2011

Bikin Paspor itu Mudah dan Murah!

Posted by ichaelmago in ngeblog

Gue mau share ya pengalaman gue bikin paspor secara online. Walaupun udah banyak yang share, tapi gue tetep mau share. *lah maksa*

Sabtu, 11 Juni

Mengunjungi situs http://www.imigrasi.go.id/ untuk membuat permohonan paspor online. Mengisi data-data dan mengupload dokumen yang diperlukan.

Apa aja dokumen yang diperlukan? KTP, Ijazah/Akte Kelahiran, Kartu Keluarga. Semua discan dengan warna hitam-putih.

Setelah data-data diisi dan dokumen diupload, langkah terakhir adalah memilih tanggal kedatangan dan lokasi kantor imigrasi untuk validasi berkas. Lokasi kantor imigrasi tidak harus sesuai dengan domisili. Datang harus saat hari kerja dari Senin-Jumat dan jangka waktunya hanya seminggu dari tanggal saat melakukan permohonan.

Setelah memilih tanggal dan lokasi, print lah surat pernyataan permohonan paspor.

Rabu, 15 Juni

Mendatangi kantor imigrasi Depok. Di surat pernyataan, alamat kantor imigrasi Depok adalah di Jalan Margonda Raya. Maka gue mendatangi komplek kantor pemerintahan kota Depok di Jalan Margonda. Ternyata kantor imigrasi Depok sudah punya kantor sendiri di daerah Grand Depok City. Alhasil gue jalan lagi ke GDC. Sampe di GDC jam 9 (karena belum tau tempatnya).

Yang harus dibawa adalah:

  1. Surat pernyataan permohonan paspor (yang bisa didownload dan diprint dari situs imigrasi setelah kita mengisi data di situs imigrasi)
  2. KTP asli + Fotokopi KTP di kertas A4 (jangan dipotong)
  3. Kartu Keluarga asli + Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Ijazah atau Akte Kelahiran asli beserta fotokopi
  5. Kartu Mahasiswa (jika masih kuliah atau kartu pelajar)

Kalau bisa kita bawa map supaya ga repot.

Sampai disana, gue sempet tanya2 petugas dulu gimana prosedurnya. Ternyata pertama adalah beli formulir. Harga formulir+materai+map = Rp. 12.000. Kita harus mengisikan data-data lagi dalam formulir tersebut. Setelah itu berkas2 yang fotokopi dimasukkan ke dalam map dan ditumpuk untuk mendapat nomer antrian penyerahan berkas.

Untuk penyerahan berkas, ada batas waktunya. Hanya dari jam 8-11.

Gue dapet antrian khusus karena daftar online. Ga sampe 5 menit langsung dipanggil untuk nunjukkin berkas asli. Tapi gue kecewa karena ternyata gue disuruh balik lagi nanti hari Senin depan untuk foto, wawancara, dan sidik jari. Padahal harusnya kalau online bisa langsung wawancara hari itu juga (seperti di kanim jaksel).

Senin, 20 Juni

Gue balik lagi ke kanim Depok. Hari ini dateng ditemenin pacar, jadi gak bete hihi.

Ambil nomer antrian, gue berada di antrian 384 karena hari itu gue dateng jam setengah 2 siang (selesai UAS).

Sekitar 10 menit kemudian nomer antrian gue dipanggil untuk menuju loket 3, yaitu loket pembayaran. Biaya yang harus dibayarkan adalah Rp. 255.000. Dengan rincian Rp. 200.000 untuk paspor dan Rp 55.000 untuk biaya TI.

Untuk dipanggil ke ruang 4, gue nunggu sekitar 30 menitan. Di loket 4 ini, pertama adalah foto dan sidik jari. Inget, jangan pake softlens! Waktu itu gue pake softlens dan langsung suruh copot. Karena ga bawa tempat softlens, terpaksa itu softlens gue taro di tutup botol aqua. Untungnya softlensnya masih enak dipake. Gue malah merasa di ruangan ini gue diwawancara, ditanya kuliah dimana, semester berapa, eh itu sih petugasnya genit hehe. Petugasnya malah ngajak ngobrol, jadi rada lama di dalem ruangan.

Setelah gue keluar dari ruang 4, gue liat di ruang 5 baru nomer antrian 350an. Karena masih lama, gue nyempetin buat jajan-jajan dulu. Satu jam kemudian gue balik dan gak lama dipanggil ke ruang 5. Di ruang 5 ini untuk ngecek ulang data-datanya apakah sudah benar atau masih ada yang perlu diperbaiki. Disini juga diwawancara, bikin paspor buat apa? Wawancaranya bukan wawancara yang formal gitu kok hehe.

Setelah itu gue dapet tanda terima dan disuruh balik lagi hari Jumat untuk ambil paspor yang udah jadi.

Jumat, 24 Juni

Taro tanda terima di depan loket pengambilan paspor. Untuk pengambilan paspor ini pun ada batas waktunya. Dari jam 1.00-3.30. Karena gue dateng on time, jadi cepet dipanggil. Setelah ambil paspor, kita diminta untuk fotokopi dan fotokopiannya diserahkan lagi ke loket. Sembari fotokopi, gue beli sampul untuk paspor seharga Rp. 5.000.

Selesai deh!

Gimana? Ribet ya keliatannya? Gak juga kok. Ini keliatan ribet karena gue ngetiknya bertele-tele aja hehe. Mending ribet sedikit daripada harus bayar mahal kan?

Jadi total yang dihabiskan untuk pembuatan paspor itu..
Rp 255.000 + Rp 12.000 = Rp 267.000

 

Tambahan:
Nama gue kan cuma 2 suku kata (Yunisa Hidayanti), nah daripada nanti pas mau ibadah haji/umroh ribet ngurus paspor lagi (karena katanya kalo ke Timur Tengah, nama di paspor harus 3 suku kata, CMIIW) makanya gue bikinnya sekalian 3 suku kata. Ditambah sama nama depan orang tua.

May 2nd, 2011

Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Posted by ichaelmago in liburan

Post ini semacam sekuel untuk post yang sebelumnya dan menjadi jembatan untuk post berikutnya. Gue akan berbagi pengalaman saat mengunjungi beberapa tempat yang layak dikunjungi di tanah air.

Kali ini adalah Belitung. Sebelumnya gue hanya bisa terkagum melihat keindahan Belitung dari film Laskar Pelangi. Gue selalu punya keinginan mempunyai masa kecil di wilayah bukan kota, melihat mereka berlarian bebas tanpa polusi udara, menangkap ikan di laut yang biru, aaah indahnya dunia deh!

Long weekend kemarin (22-24 April) gue pergunakan untuk ikut Public Tour ke Belitung. Gue belum pernah ikutan public tour dan gue nekat demi memuaskan nafsu akan travelling ini. Dengan harga yang reasonable dan sudah all-in, gue pun deal. Tour ini sifatnya semi-backpack. Maka pas packing, gue siapin 1 koper kecil dan 1 tas selempang. Tapi ternyata pas kumpul, gak ada satupun dari peserta yang bawa koper kecuali gue. Duh! Berasa salah kostum gak sih? *salah bawaan*

Kita dijadwalkan berangkat jam 11 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara H. As. Hanandjoeddin (Tanjung Pandan). Perjalanan kesana membutukan waktu 45 menit. Kita sampai disana sekitar jam 1 (karena delay 1 jam). Sesampainya disana langsung dijemput oleh 2 supir dan kita dibagi menjadi 2 mobil.

Tujuan pertama adalah Kawah Tambang Kaolin. Lokasi ini sebenarnya adalah bekas tambang timah, tapi jadi bagus gini ya..

Kawah Tambang Kaolin

Kawah Tambang Kaolin

Sebelum ke tujuan selanjutnya, kami makan di salah satu rumah makan yang menjual kuliner khas Belitung. Oleh pemandu, kami direkomendasikan memesan Mie Kepiting dan Es Jeruk Kunci. A-Must-Taste! Emang beneran enak loh!

Tujuan kedua adalah Pantai Tanjung Tinggi. Ini adalah lokasi syuting film Laskar Pelangi. Inget gak pas Ikal CS lagi lari-larian di pantai berbatu granit? Nah ini dia lokasinya. Emang bagus banget deh! Batunya itu loh…gedenya gak logis!

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Setelah puas foto-foto, kami ke Bukit Berahu. Lagi-lagi kami disuguhi oleh pantai yang indah. Dan disini pantainya lebih sepi, jadi berasa kayak private beach gitu lah! Top! Rencananya kita mau liat sunset, tapi ternyata tertutup awan. Tapi gak kecewa kok, karena ngeliat pantainya aja udah seneng! Lalu kita makan malam di daerah situ juga. Kali ini makanannya bermacam-macam. Ada yang pesan Otak-Otak, Bakso Ikan, Ekor Bakar Ikan Tenggiri, dan semuanya enak! Kami sampai di penginapan sekitar jam 8 malam.

Hari kedua dijadwalkan full wisata pantai. Kami menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk kemudian menyebrang ke Pulau Lengkuas. Di Pulau Lengkuas ini terdapat mercusuar yang terkenal. Mercusuar ini terdiri dari 18 lantai. Beruntung rombongan kami datang pagi-pagi kesana, karena belum ada satupun yang naik dan kami puas melihat pemandangan dari atas mercusuar.

Mercusuar

Mercusuar

Pemandangan dari atas mercusuar

Pemandangan dari atas mercusuar

Tujuan selanjutnya adalah Pulau Burung. Disini kami beristirahat, makan siang, dan tak lupa untuk foto-foto! Setelah puas barulah kami beranjak ke Pulau Babi. Disini kami snorkeling. Entah guenya yang kurang mengeksplor atau gimana, tapi gue bilang spot untuk snorkelingnya lebih bagus Lombok daripada Belitung.

Setelah puas snorkeling, perahu kami beranjak ke Pulau Kelayang tapi di perjalanan kami bertemu Pulau Pasir. Pulau Pasir ini menurut gue unik dan rada gak jelas, karena cuma pasir. Dan pulaunya kecil. Katanya kalau laut pasang, pulau ini tenggelam. Di Pulau Pasir ini kami menemukan beberapa bintang laut. Setelah puas berenang-renang dan foto-foto, kami singgah di Pulau Kelayang untuk selanjutnya pulau ke Pantai Tanjung Kelayang. Pulau Kelayang ini tidak berpenghuni dan dari sini bisa dilihat barisan batu granit yang tersusun indah.

Pulau Kelayang

Pulau Kelayang

Berakhirlah wisata dihari kedua. Wajah dan kulit kami merah semua karena terbakar matahari Belitung yang sangat menyengat. Kata pemandu, cuaca di Belitung hari ini sangat bagus, cerah, dan kami beruntung! Kami kembali ke penginapan untuk bersih-bersih badan lalu dijemput lagi sekitar jam 8 untuk makan malam (masih di daerah) Bukit Berahu.

Hari ketiga kami ke Gunung Tajam untuk melihat air terjun. Tapi air terjunnya masih kalah loh sama Curug-curug yang ada di Bogor. Belitung ini memang spesialisasi wisata Pantai aja kayaknya!

Sebelum menuju bandara untuk pulang ke Jakarta, kami singgah di rumah makan Mie Atep khas Belitung. Enak, tapi…porsinya sedikit banget! Gak kenyaaaaang!
Mau nambah tapi malu :mightylaugh:

Setelah selesai makan, gue pun menghubungi orang rumah supaya dijemput di Bandara Soekarno-Hatta. Tapi naas, pesawat yang kami tumpangi lagi-lagi delay. Mama dan keponakan gue udah sampe di Bandara, sedangkan pesawat yang akan kami tumpangi masih ada di Jakarta. Jadi..ternyata penerbangan dari/ke Tanjung Pandan ini hanya ada 3. Rute Tj.Pandan-Jakarta ada 2 maskapai, 1 maskapai lagi adalah rute Tj.Pandan-Pangkal Pinang. Dan tidak ada pesawat yang menginap disini, jadi delay itu memang sudah biasa.

Hmm..sebenernya masih banyak yang pengen diceritain. Tapi gak bakal selesai 1 post. Jadi cukup deh segini dulu.

Kesannya untuk public tour yang pertama ini…
Guidenya asik. Dia punya banyak pengalaman melanglang buana kemana-mana. Dia sempet cerita pengalamannya saat ke Pulau Komodo, Teluk Kiluan, dll. Aaah pengeeeeen!
Kedua supir yang mengantar kita kemana-mana pun ramah. Beberapa kali ngajak gue ngobrol tentang Belitung, dan ada yang ngegoda gue karena katanya gue jarang senyum.
Nelayan yang mengantar kita wisata pantai pun ramah. Ngajak gue ngobrol dan bahkan ngegoda gue juga. Tapi karena dia sesekali pake bahasa Belitung, gue jadi gak ngerti.
Para peserta tour pun gak kalah seru, narsis, dan asyik. Seneng rasanya bisa kumpul sama orang-orang yang hobinya sama, yaitu jalan-jalan. Bahkan mereka udah punya plan buat liburan selanjutnya loh!
Pengeeeeeen! :shyno:

Belitung Team - Backpack Seru

Belitung Team - Backpack Seru

NB: Foto-foto lain bisa diliat di facebook gue :shy:

Ada yang tertarik buat mengunjungi? Setau gue disana penginapan masih sedikit. Jadi alangkah baiknya untuk searching dulu di internet mengenai penginapan. Ada situs bagus banget nih buat yang mau searching penginapan, namanya agoda. Pasti para traveller udah familiar dong dengan situs ini? Yuk kita kunjungi agoda untuk travel yang lebih terjadwal! :D

« Previous PageNext Page »